Welcome to my blog ^_^

This blog is dedicated to the people I love

Jumat, 07 Oktober 2011

MAKALAH PERENCANAAN AKK


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Perencanaan merupakan inti kegiatan manajemen, karena semua kegiatan manajemen diatur dan diarahkan oleh perencanaan tersebut. Dengan perencanaan tersebut memungkinkan para pengambil keputusan atau manajer untuk menggunakan sumber daya mereka secara berhasil guna dan berdaya guna, untuk mendukung keberhasilan pembaharuan kebijakan pembangunan telah disusun sistem kesehatan nasional yang baru yang mampu menjawab dan merespon berbagai tantangan pembangunan kesehatan masa kini maupun untuk masa mendatang.
Penyelenggaraan sistem kesehatan dituangkan dalam berbagai program kesehatan melalui siklus perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian serta pertanggung jawaban secara sistematis, berjenjang dan berkelanjutan. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM-N) tahun 2004-2009, telah ditetapkan dengan Peraturan Presiden No. 7 tahun 2005. Pembangunan kesehatan yang merupakan bagian integral dari pembangunan Sumber Daya Manusia tercantum dalam Bab 28 RPJM-N, berisikan : masalah kesehatan yang dihadapi dan sasaran pembangunan kesehatan, kebijakan yang akan ditempuh, serta program-program pembangunan kesehatan yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu
lima tahun sampai dengan tahun 2009. Keberhasilan suatu kegiatan, seberapa besarnya sangat tergantung pada perencanaan yang seksama, artinya merencanakan segala sesuatunya sebelum mulai, memikirkan tindakan secara terus-menerus, mengubah rencana apabila perlu, dan menilai seberapa efektif kegiatan yang akan dilakukan. Pendekatan yang berkelanjutan yang dikenal dengan “siklus perencanaan program kesehatan”. Suatu program terdiri dari sekumpulan kegiatan yang dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu untuk mencapai tujuan tertentu.
Renstra Departemen Kesehatan merupakan dokumen perencanaan yang bersifat indikatif yang memuat program-program pembangunan kesehatan yang akan dilaksanakan langsung oleh Departemen Kesehatan maupun dengan mendorong peran aktif masyarakat untuk kurun waktu tahun 2005-2009. Renstra Departemen Kesehatan telah dipergunakan dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Departemen Kesehatan Tahun 2005 dan 2006. Banyak kelompok tidak membuat perencanaan dengan alasan khawatir akan terlalu rumit. Jangan Takut! Merencanakan apa yang akan kita lakukan sangat penting.

1.2         Tujuan Penulisan
1.   Tujuan utama kesehatan masyarakat baik dalam bidang preventif, kuratif maupun rehabilitatif ialah agar setiap warga masyrakat dapat mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya baik jasmani, rohani maupun sosialnya serta diharapkan berumur panjang.
2.             Untuk mencapai tujuan ini ada satu syarat yang sangat penting yaitu harus selalu ada pengertian, bantuan dan partisipasi dari masyrakat secara teratur dan terus menerus (health programes can be truelly effective only with the under standing, the support and the participation of the citizens).
3.             Untuk perencanaan kesehatan perlu adanya siklus perencanaan kesehatan yang merupakan langkah-langkah yang sering digunakan dalam perencanaan program kesehatan yaitu ; problem solving cycle yang mana kesemuanya mengacu pada bagaimana tujuan itu sendiri tercapai. Dengan Adanya siklus perencanaan kesehatan diharapkan masalah-masalah kesehatan yang terjadi selama ini akan terselesaikan dengan baik.









BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Perencanaan
Perencanaan kesehatan adalah sebuah proses untuk merumuskan masalah-masalah kesehatan yang berkembang di masyarakat, menentukan kebutuhan dan sumber daya yang tersedia, menetapkan tujuan program yang paling pokok dan menyusun langkah-langkah praktis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perencanaan akan menjadi efektif jika perumusan masalah sudah dilakukan berdasarkan fakta-fakta dan bukan berdasarkan emosi atau angan-angan saja. Fakta-fakta diungkap dengan menggunakan data untuk menunjang perumusan masalah.
Perencanaan juga merupakan proses pemilihan alternatif tindakan yang terbaik untuk mencapai tujuan. Perencanaan juga merupakan suatu keputusan untuk mengerjakan sesuatu di masa akan datang, yaitu suatu tindakan yang diproyeksikan di masa yang akan datang.


2.2 Batasan Perencanaan
Perencanaan merupakan inti kegiatan manajemen, karena semua kegiatan manajemen diatur dan diarahkan oleh perencanaan tersebut. Dengan perencanaan itu memungkinkan para pengambil keputusan atau manajer untuk menggunakan sumber daya mereka secara berhasil guna berdaya guna. Banyak batasan perencanaan yang telah dibuat oleh para ahli.
            Salah satunya sebagai berikut : Perencanaan adalah suatu kegiatan atau proses penganalisasian dan pemahaman sistem, penyusunan konsep dan kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan-tujuan demi masa depan yang baik. Dari batasan ini dapat ditarik kesimpulan-kesimpilan antara lain:
a.    Perencanaan harus didasarkan kepada analisi dan pemahaman sistem dengan baik.
b.    Perencanaan pada hakikatnya menyusun konsep dan kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan dan misi organisasi.
c.    Perencanaan secara implicit mengemban misi organisasi untuk mencapai hari depan yang lebih baik.

2.3 Aspek Perencanaan
Dalam membicarakan perencanaan, ada tiga aspek pokok yang harus diperhatikan. Ketiga aspek yang dimaksud adalah hasil dari pekerjaan perencanaan (outcome of planning), perangkat organisasi yang dipergunakan untuk melakukan pekerjaan perencanaan (mechanic of planning), serta proses atau langkah-langkah melakukan perencanaan (process of planning). Dalam ilmu administrasi kesehatan, ketiga aspek ini tidaklah sama. Uraian dari masing-masing aspek ini secara sederhana adalah sebagai berikut:
1.      Hasil dari pekerjaan perencanaan
Hasil dari pekerjaan perencanaan (outcome of planning) disebut dengan nama rencana (plan), yang dapat berbeda antara satu pekerjaan perencanaan dengan pekerjaan perencanaan lainnya. Hasil pekerjaan perencanaan yang dilakukan oleh organisasi yang bergerak dalam bidang kesehatan adalah rencana kesehatan (health plan). Sedangkan hasil pekerjaan perencaaan yang dilakukan oleh organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan adalah rencana pendidikan (educational plan).
2.      Perangkat perencaan
Perangkat perencanaan (mechanic of planning) adalah satuan organisasi yang ditugaskan dan atau yang bertanggungjawab menyelenggarakan pekerjaan perencanaan. Sama halnya dengan hasil, perangkat perencanaan juga dapat berbeda antarasatu pekerjaan perencanaan dengan pekerjaan perencanaan lainnya. Pada suatu organisasi yang besar dan komplek, perangkat perencanaan ini mungkin satu biro khusus. Sedangkan pada suatu organisasi yang kecil dan sederhana, mungkin dijabat hanya oleh beberapa orang staf saja.
3.      Proses perencanaan
Proses perencanaan (process of planning) adalah langkah-langkah yang harus dilaksanakan pada pekerjaan perencanaan. Berbeda halnya dengan hasil dan perangkat, proses perencanaan ini pada dasarnya adalah sama untuk berbagai pekerjaan perencanaan. Untuk dapat mengahasilkan suatu rencana yang baik, seyogiyanya langkah-langkah yang ditempuh adalah sama.

            Dari ketiga aspek ini, jelaslah yang terpenting pada pekerjaan perencanaan, bukanlah hasil atau perangkat perancanaan, melainkan proses perencanaan. Untuk keberhasilan pekerjaan perencanaan, sangat dianjurkan kepada semua pihak yang bergerak dalam perencanaan, untuk memahami proses yang dimaksud.

2.4 Ciri-ciri Perencanaan

Perencanaan yang baik, mempunyai beberapa ciri-ciri yang harus diperhatikan. Menurut Azwar (1996) ciri-ciri tersebut secara sederhana dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Bagian dari sistem administrasi
Suatu perencanaan yang baik adalah yang berhasil menempatkan pekerjaan perencanaan sebagai bagian dari sistem administrasi secara keseluruhan. Sesungguhnya, perencanaan pada dasarnya merupakan salah satu dari fungsi administrasi yang amat penting. Pekerjaan administrasi yang tidak didukung oleh perencanaan, bukan merupakan pekerjaan administrasi yang baik.
2. Dilaksanakan secara terus-menerus dan berkesinambungan
Suatu perencanaan yang baik adalah yang dilakukan secara terus-menerus dan berkesinambungan. Perencanaan yang dilakukan hanya sekali bukanlah perencanaan yang dianjurkan. Ada hubungan yang berkelanjutan antara perencanaan dengan berbagai fungsi administrasi lain yang dikenal. Disebutkan perencanaan penting untuk pelaksanaan, yang apabila hasilnya telah dinilai, dilanjutkan lagi dengan perencanaan. Demikian seterusnya sehingga terbentuk suatu spiral yang tidak mengenal titik akhir.
3. Berorientasi pada masa depan
Suatu perencanaan yang baik adalah yang berorientasi pada masa depan. Artinya, hasil dari pekerjaan perencanaan tersebut, apabila dapat dilaksanakan, akan mendatangkan berbagai kebaikan tidak hanya pada saat ini, tetapi juga pada masa yang akan datang.
4. Mampu menyelesaikan masalah
Suatu perencanaan yang baik adalah yamg mampu menyelesaikan berbagai masalah dan ataupun tantangan yang dihadapi. Penyelesaian masalah dan ataupun tantangan yang dimaksudkan disini tentu harus disesuaikan dengan kemampuan. Dalam arti penyelesaian masalah dan ataupun tantangan tersebut dilakukan secara bertahap, yang harus tercermin pada pentahapan perencanaan yang akan dilakukan.
5. Mempunyai tujuan
Suatu perencanaan yang baik adalah yang mempunyai tujuan yang dicantumkan secara jelas. Tujuan yang dimaksudkan disini biasanya dibedakan atas dua macam, yakni tujuan umum yang berisikan uraian secara garis besar, serta tujuan khusus yang berisikan uraian lebih spesifik.
6. Bersifat mampu kelola
Suatu perencanaan yang baik adalah yang bersifat mampu kelola, dalam arti bersifat wajar, logis, obyektif, jelas, runtun, fleksibel serta telah disesuaikan dengan sumber daya. Perencanaan yang disusun tidak logis serta tidak runtun, apalagi yang tidak sesuai dengan sumber daya bukanlah perencanaan yang baik

2.5 Macam Perencanaan
Secara sederhana dan awam dapat dikatakan bahwa perencanaan adalah suatu proses yang menghasilkan suatu uraian yang terinci dan lengkap tentang suatu program atau kegiatan yang akan dilaksanakan. Oleh sebab itu, hasil proses perencanaan adalah ‘Rencana’ (plan). Perencanaan atau rencana itu sendiri banyak macamnya, antara lain:

a.         Dilihat dari jangka waktu berlakunya rencana
1). Rencana jangka panjang (Long term planning), yang berlaku antara 10-25 tahun.
2). Rencana jangka menengah (Medium range planning), yang berlaku antara 5-7 tahun.
3). Rencana jangka pendek (Short range planning), umumnya berlaku hanya untuk 1 tahun.
b.    Dilihat dari tingkatnya
1). Rencana induk (masterplan), lebih menitikberatkan uraian kebijakan organisasi. Rencana ini mempunyai tujuan jangka panjang dan mempunyai ruang lingkup yang luas.
2). Rencana operasional (operational planning), lebih menitikberatkan pada pedoman atau petunjuk dalam melaksanakan suatu program.
3). Rencana harian (Day to day planning) ialah rencana harian yang bersifat rutin.
c.    Ditinjau dari ruang lingkupnya
       1). Rencana strategis (strategi planning), berisikan uraian tentang tujuan jangka panjang dan waktu pelaksanaan yang lama. Model rencana ini sulit untuk diubah.
2). Rencana taktis (tactical planning) ialah rencana yang berisi uraian yang bersifat jangka pendek, mudah menyesuaikan kegiatan-kegiatannya, asalkan tujuan tidak berubah.
3). Rencana menyeluruh (comprehensive planning), ialah rencana yang mengandung uaraian secara menyeluruh dan lengkap.
4).  Rencana terintergrasi (integrated planning), ialah rencana yang mengandung uraian yang menyeluruh bersifat terpadu, misalnya dengan program lain diluar kesehatan.
Meskipun ada berbagai jenis perencanaan berdasarkan aspek-aspek tersebut di atas, namun praktiknya sulit untuk dipisah-pisahkan seperti pembagian tersebut. Misalnya: berdasarkan tingkatannya suatu rencana termasuk rencana induk, tetapi juga merupakan rencana strategis berdasarkan ruang lingkupnya dan rencana jangka panjang berdasarkan jangka waktunya.

2.6 Proses Perencanaan
Perencanaan dalam suatu organisasi adalah suatu proses, dimulai dari identifikasi masalah, penentuan prioritas masalah, perencanaan pemecahan masalah, implementasi (pelaksanaan pemecahan masalah) dan evaluasi. Dari hasil evaluasi tersebut akan muncul masalah-masalah baru, kemudian dari masalah-masalah tersebut dipilih prioritas masalah, dan selanjutnya kembali ke siklus semula. Sehingga dapat digambarkan seperti di bawah ini.





                                                                                                                                           

Skema 2.6.1, siklus proses perencanaan

Di bidang kesehatan khususnya, proses perencenaan ini pada umunya menggunakan pendekatan pemecahan masalah (problem solving), seperti digambarkan di atas. Secara terinci langkah-langkah perencanaan kesehatan adalah sebagai berikut:
a)         Identifikasi masalah
Perencanaan pada hakikatnya adalah suatu bentuk rancangan pemecahan masalah. Oleh sebab itu, langkah awal dalam perencanaan kesehatan adalah mengidentifikasi masalah-masalah kesehatan masyarakat di lingkungan unit organisasi yang bersangkutan. Sumber masalah kesehatan masyarakat dapat diperoleh dari berbagai cara antara lain.
a).  Laporan kegiatan dari program kesehatan yang ada.
b). Survailance epidemiologi atau pemautan penyebaran penyakit.
c). Survei kesehatan yang khusus diadakan unutk memperoleh masukan perencanaan kesehatan.
d). Hasil kunjungan lapangan supervise dan sebagainya.
b).   Menetapkan prioritas masalah
       Kegiatan identifikasi masalah menghasilkan segudang masalah kesehatan yang menunggu untuk ditangani. Oleh karena keterbatasan sumber daya baik biaya, tenaga, dan teknologi, maka tidak semua masalah tersebut dapat dipecahkan sekaligus (direncanakan pemecahannya). Untuk itu maka harus dipilih masalah yang mana yang ‘feasible’ untuk dipecahan. Proses memilih ini disebut memilih atau menetapkan prioritas masalah.
c).   Menetapkan tujuan
       Menetapkan tujuan perencanaan pada dasarnya adalah membuat ketetapan-ketetapan tertentu yang ingin dicapai oleh perencanaan tersebut. Penetapan tujuan yang baik apabila dirumuskan secara konkret dan dapat diukur. Pada umunya dibagi dalam tujuan umum dan tujuan khusus.
       a). Tujuan umum
       adalah suatu tujuan masih bersifat umum, dan masih dapat dijabarkan ke dalam tujuan-tujuan khusus, dan pada umumnya masih abstrak.
       Contoh:
-          Meningkatkan status gizi anak balita di Kecamatan Cibadak
       b). Tujuan khusus
            adalah tujuan-tujuan yang dijabarkan dari tujuan umum. Tujuan khusus merupakan jembatan untuk tujuan umum, artinya tujuan umum yang ditetapkan akan tercapai, apabila tujuan-tujuan khususnya tercapai.
Contoh : Apabila tujuan umum seperti contoh tersebut di atas dijabarkan kedalam tujuan khusus menjadi sebagai berikut :
-          Meningkatnya perilaku ibu dalam memberikan makanan bergizi pada anak balita.
-          Meningkatnya jumlah anak balita yang ditimbang di Posyandu.
-          Meningkatnya jumlah anak yang berat badannya anik dan sebagainya.
d).   Menetapkan rencana kegiatan
Rencana kegiatan adalah uraian tentang kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
e).   Menetapkan sasaran (Target Group)
       Sasaran (target group) adalah kelompok masyarakat tertentu yang akan digarap oleh program yang direncanakan tersebut.
f).   Waktu
       waktu yang ditetapkan dalam perencanaan adalah sangat tergantung dengan jenis perencanaan yang dibuat serta kegiatan-kegiatan yang ditetapkan dalam rangka mencapai tujuan.

2.7 Menyusun Alternatif Jalan Keluar
Untuk menyusun alternatif jalan keluar, digunakan berpikir kreatif (creative thinking). Salah satu tehnik berpikir kreatif  diantaranya dikenal dengan teknik analogi atau populer dengan sebutan “Synectic Tecnhnique”. Jika dengan teknik berfikir kreatif masih belum dapat dihasilkan alternatif jalan keluar dapat ditempuh langkah-langkah sbb : 
1.      Menentukan berbagai penyebab masalah
2.      Untuk menetukan penyebab masalah, dilakukan curah pendapat (Brain Storming) dengan membahas data yang telah dikumpulkan. Dapat digunakan alat bantu diagram hubungan sebab akibat (cause-effect diagram) atau populer pula dengan sebutan diagram tulang ikan (fish bone diagram).

2.8 Memilih Prioritas Jalan Keluar
Menetapkan prioritas jalan keluar dari berbagai alternatif yang tersedia tidaklah mudah. Berbagai macam alternatif yang tersedia haruslah dianalisis secara seksama sebelum keputusan terhadap alternatif yang terpilih diambil. Analisis terhadap alternatif yang tersedia sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut ini : 
1.      Terdapat relevansi antara hasil alternatif dengan tujuan pemecahan masalah yang dilakukan artinya dapat membantu mengurangi atau mengatasi masalah yang ada.
2.      Efektifitas
3.      Relatif cost, dalam hal ini berapa besar biaya dari masing-masing alternatif, pilihlah alternatif dengan biaya relatif murah namun tidak mengurangi efektifitasnya.
4.      Technical feasibility, apakah secara teknik suatu alternative dapat dijalankan.
5.      Ketersediaan sumber daya untuk menjalankan alternative yang dipilih.
6.      Keuntungan yang dimiliki oleh suatu alternative dibandingkan dengan alternative lainnya.
7.      Kerugian yang mungkin timbul akibat pemilihan suatu alternative.

Untuk memilih prioritas jalan keluar, dapat memakai teknik kriteria matriks.
Ada 2 kriteria yang lazim dipergunakan yaitu ;
a.            Efektivitas Jalan Keluar
Prioritas jalan keluar adalah nilai efektifitasnya paling tinggi. Untuk menentukan efektifitas  jalan keluar, dipergunakan kriteria tambahan seperti ; besarnya masalah yang dapat diselesaikan (magnitude), pentingnya jalan keluar (importancy), sensitivitas jalan keluar (vulnerability).
b.            Efisiensi jalan keluar
Nilai efisien ini biasanya dikaitkan dengan biaya (cost) yang diperlukan untuk melaksanakan jalan keluar. Untuk mengukur nilai prioritas (P) untuk setiap alternative jalan keluar dengan membagi hasil perkalian nilai M (Magnitude) x I (Importancy) x V (Vulnirelability) dengan nilai C. Jalan keluar dengan nilai P tertinggi adalah prioritas jalan keluar terpilih.

2.9 Analisis SWOT
Telah disebutkan bahwa suatu rencana yang baik haruslah mengandung uraian tentang asumsi perencanaan (planning asumption). Maksudnya adalah untuk mengetahui dengan jelas berbagai factor penopang ataupun penghambat yang diperkirakan akan dihadapi apabila rencana tersebut dilaksanakan.
            Pengetahuan tentang berbagai factor penopang dan ataupun penghambat ini dalam pekerjaan administrasi dipandang cukup penting. Dengan ketahuinya berbagai faktor penopang serta penghambat  tersebut, akan dapat dilakukan berbagai persiapan, sedemikian rupa sehingga pelaksanaan rencana aka dapat lebih lancar. Untuk dapat mengetahui secara lengkap berbagai factor penopang serta penghambat, perlu dilakukan kajian yang seksama tentang keadaan organisasi yang akan melaksanakan rencana tersebut. Kajian ini di kenal dengan nama analisis swot. Secara sederhana analisis ini diartikan sebagai suatu kajian yang dilakukan terhadap suatu organisasi sedemikian rupa sehingga diperoleh keterangan yang akurat tentang berbagai factor kekuatan, kelemahan, kesempatan, serta hambatan yang dimiliki dan atau yang dihadapi oleh organisasi.
Unsur-unsur SWOT:
1.      Kekuatan (Strenght), berbagai kelebihan yang bersifat khas yang dimiliki oleh suatu organisasi, yang apabila dapat dimanfaatkan akan berperan besar tidak hanya dalam memperlancar berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan oleh organisasi, tetapi juga dalam mencapai tujuan yang dimiliki oleh organisasi.
2.      Kelemahan (Weaknesses), berbagaikekurangan yang bersifat khas yang dimiliki oleh suatu organisasi, yang apabila berhasil diatasi akan berperan besar, tidak hanya memperlancar berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan oleh organisasi tetapi juga, dalam mencapai tujuan yang dimiliki oleh organisasi.
3.      Kesempatan (Opportunity), peluang yang bersifat positif yang dihadapi oleh suatu organisasi, yang apabila dapat dimanfaatkan akan besar perananya dalam mencapai tujuan organisasi.
4.      Hambatan (Threat), kendala yang bersifat negatif yang dihadapi oleh suatu organisasi, yang apabila berhasil diatasi akan besar perananya dalam mencapai tujuan organisasi.

2.10 Menyusun Rencana Kerja Selengkapnya
Menyusun rencana kerja dari prioritas jalan keluar secara lengkap yang terdiri dari:
1.      Rumusan Misi
Suatu rencana yang baik harus mengandung rumusan tentang misi (mision formulation) yang dianut oleh organisasi yang menyusun rencana, antara lain berisi tentang latar belakang, cita-cita, tujuan pokok, serta ruang lingkup kegiatan oganisasi.
2.    Rumusan Masalah
Suatu rencana yang baik harus mengandung tentang masalah (problem statement) yang ingin diselesaikan. Rumusan masalah tersebut harus memenuhi syarat.
a) Harus mempunyai tolak ukur, yaitu tentang apa masalahnya. Siapa yang terkena masalah, serta berapa besar masalahnya.
b) Bersifat netral, yaitu tidak mengandung uraian yang dapat diartikan sebagai menyalahkan orang lain
3.      Rumusan Tujuan Umum dan Tujuan Khusus
a)      Tujuan Umum
Syarat tujuan umum:
1)     Jelas keterkaitannya dengan misi organisasi
2)     Jelas keterkaitannya dengan masalah yang ingin diatasi
3)     Menggambarkan keadaan yang ingin dicapai 
 b)   Tujuan Khusus
Tujuan khusus adalah keadaan (hasil atau outcome) akhir yang diinginkan yang hendak dicapai dalam jangka waktu tertentu.
Tujuan kusus mempunyai ciri-ciri tambahan seperti:
1)     Menantang
2)     Dapat diraih
3)     Sejauh mungkin dapat diukur
  4)     Harus konsisten dengan tujuan umum dari organisasi 
4.      Rumusan Kegiatan
Kegiatan yang dimaksud disini adalah disatu pihak dapat mengatasi masalah dan dipihak lain dapat mencapai tujuan yang telah diterapkan.

Jenis kegiatan ada dua, yaitu:
1)     Kegiatan pokok
2)     Kegiatan tambahan

2.11 Asumsi Perencanaan
Asumsi perncanaan ada dua, yaitu:
1)     Asumsi perencanaan yang bersifat positif, yaitu uraian tentang berbagai faktor penunjang yang diperkirakan ada dan yang berperan dalam memperlancar pelaksanaan rencana, seperti tingginya kemampuan masyarakat membiayai pelayanan kesehatan
2)     Asumsi kepercayaan yang bersifat negatif, yaitu kebalikan dari point di atas, seperti tingkat pendidikan penduduk yang rendah

2.12 Fungsi Perencanaan
Fungsi perencanaan adalah fungsi terpenting dalam manajemen. Fungsi ini akan menentukan fungsi-fungsi manajemen selanjutnya. Perencanaan merupakan landasan dasar dari fungsi manajemen. Tanpa perencanaan tidak mungkin fungsi manajemen lainnya dapat dilaksanakan dengan baik. Perencanaan manajerial terdiri dari perumusan strategi dan penerapan strategi. Dalam perumusan strategi, manajer kesehatan harus memiliki kemampuan ketrampilan konseptual, dan pada penerapan strategi, manajer kesehatan harus memiliki ketrampilan teknis.

2.13 Manfaat Perencanaan
Manfaat perencanaan bagi organisasi kesehatan adalah manajer dan staf organisasi kesehatan tersebut dapat mengetahui :
a. Tujuan yang ingin di capai organisasi dan cara mencapainya
b. Jenis dan struktur organisasi yang dibutuhkan.
c. Sejauh mana efektivitas kepemimpinan dan pengarahan yang diperlukan
d. Bentuk dan standar pengawasan yang akan dilakukan.
e. Aktivitas organisasi dalam mencapai tujuan dapat dilaksanakan secara teratur
f. Menghilangkan aktivitas yang tidak produktif
g. Mengukur hasil kegiatan
h. Sebagai dasar pelaksanaan fungsi manajemen lainnya.























BAB III
PENUTUP

3.1    Kesimpulan
Dalam perencanaan kesehatan yang penting adalah yang menyangkut proses perencanaan (proces of planning) yang merupakan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menyusun suatu rencana.
Pada bidang kesehatan, langkah yang sering digunakan dalam perencanaan program kesehatan ialah mengikuti prinsip lingkaran pemecahan masalah (problem solving cycle) anatara lain melakukan pengumpulan data, identifikasi masalah, menetapkan prioritas masalah, menyusun alternatif, jalan keluar, memilih prioritas jalan keluar, melakukan uji lapangan, menyusun rencana kerja selengkapnya, melakukan penilaian untuk melihat apakah tujuan tercapai atau tidak, melaksanakan program sesuai dengan rencana yang telah disusun.

3.2    Saran
1.        Bagi petugas kesehatan agar dalam pelayanan kesehatan sebaiknya sistem perencanaan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
2.        Kepada instansi terkait terutama dalam hal penentuan kebijakan agar pelaksanaan pelayanan kesehatan berjalan dengan baik.
3.        Dalam perencanaan kesehatan harus dilakukan upaya pengembangan produk pelayanan kesehatan secara berkesinambungan dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kesehatan.







DAFTAR PUSTAKA

Amiruddin Ridwan,2006. Epidemiologi perencanaan dan pelayanan kesehatan. : Makassar.

Anonim, 2006. Gambaran Siklus Perencanaan                 http://www.kompas.com

Anonim, 2006. Rencana Strategi Depkes                           http://www.depkes.com

Anonim, 2006. Sisitim Informasi Kesehatan.                     http://www.metakom.com  

Anonim, 2007. Pedoman Pengelolaan Data Pengungsi    http://www.kompas.com

Entjang, indan. 2000. ilmu kesehatan masyarakat: Jakarta 

Diakses : 3/9/2011 at 10:19 PM

Maidin, alimin . 2004. Dasar-Dasar Administrasi dan Kebijakan Kesehatan(AKK): Makassar.

Muninjaya, gde.2004. Manajemen kesehatan : Jakarta 

Notoatmodjo, soekidjo. 2003. Ilmu kesehatan masyarakat : Jakarta 

Prof. DR. Dr. Azrul Anzwar M.P.H (1994): Pengantar Administrasi Kesehatan; Jakarta

Ridwan Amirudin(2007). Siklus Perencanaan Kesehatan (online)
diakses : 3/9/2011  at10:05PM

Kesehatan masyarakat(2010). PERENCANAAN KESEHATAN  (online)

diakses : 3/9/2011 at10:21PM

Wijono, Djoko. 1999.  Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan : Surabaya 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar